Heart Of Ketapang


Desa Pematang Gadung terletak sekitar 30 km di selatan Kota Ketapang. Keunikannya memiliki lahan gambut yang  merupakan Hutan skunder dengan luasan lebih dari 14.000 hektar. Sisanya adalah hutan kerangas yang sangat luas (lebih dari 7.000 hektar) yang sebagian telah terdegradasi oleh pertambangan.
Sebelum mencapai hutan yang berjarak sekitar 3 km dari perkampungan, kita melewati areal persawahan lahan basah yang menyimpan tak sedikit jenis burung yang unik. Diantaranya : Gallirallus philippensis dan Tyto longimembris, untuk saat ini, kedua jenis tersebut merupakan jenis unggas Australasia, yang belum tercatat untuk Sunda Besar (termasuk Kalimantan).

1.       Kondisi  site pengamatan, tipe habitat dan status perlindungannya,
Site pengamatan berupa sawah lahan basah, hutan rawa gambut, dan danau rawa yang secara periodic di genangi air yang sangat luas. Dari berbagai type tersebut menjadikan berbagai habitat untuk beragam jenis burung berbeda.
Cara yang biasa dilakukan untuk pengamatan adalah dengan menyusuri sungai yang membelah hutan.

2.       Akses  untuk menuju ke sana,
Dari kota ketapang bisa di tempuh dengan mobil atau sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Di kampung kita bisa menyewa motorboat untuk masuk ke dalam hutan, karena hutan ini dibelah oleh sungai Kepuluk dan sungai Pesaguan.

3.       Cerita menarik sepanjang pengamatan dan tentu saja jenis-jenis burung yang terlihat selama pengamatan.
Dari kota Ketapang, di perjalanan kita bisa mampir di Pantai sungai Jawi, pada saat musim migrasi pantai tersebut dipenuhi burung pantai migrant. Pada saat masuk kampong kita sudah disambut Lonchura fuscans, bondol endemic Kalimantan yang hitam polos dan merupakan jenis yang mudah terlihat. Lanius schach bentet, Arthamus leucorhynchus, kadang juga Leptopltilos javanicus melayang di atas kita, Haliastur Indus dan Elanus caeruleus.
Saat menyusuri sungai masuk ke dalam hutan, Kita dapat menyaksikan beraneka jenis burung, dan yang paling menarik kita juga bisa melihat Ciconia stormi, burung paling langka ini akan bertengger di pohon tinggi di tepi sungai saat sore, Anthracoceros albirostris, terkadang juga Buceros rhinoceros, Acceros undulatus dan Annorhinus galeritus, juga melihat Cymbirhyncus macrorhincus dan sarangnya yang menggantung di pinggiran sungai, serta burung-burung hutan lainnya.
Selain burung, kita juga dapat menyaksikan Bekantan, Lutung, Kelasi,  Kera ekor panjang, dan bahkan Orangutan. Pada musim-musim tertentu Anhinga melanogaster akan meramaikan danau rawa Perendaman, juga Ardea purpurea dan Leptoptilos javanicus, juga beberapa jenis elang termasuk elang migran.
Jika kita masuk ke hutan gambut, kita akan melihat Harpactes kasumba, Harpactes duvaucelii, dan lain-lain.
Keanekaragaman dalam habitat Hutan Rawa Gambut Pematang Gadung merupakan miniature dari Kabupaten Ketapang secara keseluruhan. 95% jenis burung yang terdapat di Kabupaten Ketapang ada di sini, dan semua jenis mamalia yang ada di Kabupaten ketapang juga ada di sini, sangatlah wajar jika kita menyebut “Heart of Ketapang” untuk kawasan Rawa Gambut Pematang Gadung.