Senin, 24 Oktober 2011

Great Slaty Woodpecker (Mulleripicus pulverulentus)

Nama Lokal: Pelatuk pungurawan

Nama Indonesia: Pelatuk kelabu-besar
                                                foto ini diambil pada 1 Agustus 2010
      Spesies ini telah dapat dikategorikan pada status Rentan karena telah mengalami penurunan populasi yang cepat selama 20 tahun terakhir (tiga generasi) disebabkan hilangnya tutupan hutan primer di banyak tempat. Namun tingkat penurunan sebenarnya mungkin bisa lebih besar daripada yang diperkirakan saat ini. 
      Semakin jarang dijumpai di Kawasan Hutan Rawa Gambut Pematang Gadung. Penyebab populasi  menurun diakibatkan telah menurunnya tutupan hutan, selama 20 tahun terakhir. Selain terancam oleh kerusakan habitat, khususnya penebangan hutan, juga pertambangan tanpa izin.


       Mulai berbiak antara Maret dan Mei dengan 2-4 telur dalam satu sarang. Sarang berupa lubang penggalian pada pohon, yang berguna semacam inkubasi bagi telur, dan pemeliharaan dilakukan oleh kedua jenis kelamin. 
       Mencari makanan secara berkelompok dengan suara bising dari tiga sampai enam ekor dan kadang-kadang kebanyakan lebih dari 3 ekor. Memanfaatkan sarang serangga (semut, rayap, dan lebah bersengat), di batang dan cabang pohon-pohon tua sebagai makanan utama. Burung ini juga dapat mengambil buah-buahan kecil.Tiap kelompok menempati wilayah yang luas yaitu menempati hutan primer, semi terbuka, lembab dan hutan tropis, serta hutan sekunder yang berdekatan dengan pembukaan dengan pohon-pohon tinggi yang tersebar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar