Senin, 31 Oktober 2011

White-browed Crake (Porzana cinerea)

Nama Lokal       : Keruak Padi
Nama Indonesia : Tikusan Kecil

foto Porzana cinerea jantan


foto Porzana cinerea betina

Jenis dari keluarga Rallidae ini merupakan burung yang umum di beberapa tempat di Pematang Gadung, namun mengalami penurunan populasi di tempat lain.
Menyukai tempat terbuka, pada sawah yang tergenang air. Bersuara ribut saling bersahut-sahutan.

Yellow Wagtail (Motacilla flava)

Nama lokal : Kesiak kuning
Nama Indonesia : 




     Burung passerine kecil ini merupakan anggota keluarga Motacillidae, spesies ini berkembang biak di sebagian besar Eropa dan Asia dan tersebar di Amerika Utara dan Alaska. Populasi dari utara dan timur bermigrasi ke Afrika dan Asia selatan. Merupakan pengembara musim dingin.
     Berukuran 15-16 cm bentuk tubuhnya ramping panjang, dengan ekor panjang.
Merupakan burung pemakan serangga yang menghuni daerah terbuka di dekat air, seperti padang rumput basah.

Minggu, 30 Oktober 2011

Blue-tailed Bee-eater, Merops philippinus

Nama Lokal       : Burung Kacang-kacang
Nama Indonesia : Kirik-kirik Austalia

                                                            Foto Burung Dewasa

     Merupakan anggota keluarga Meropidaekeluarga pemakan lebah. Berkembang biak di Asia tenggara. Melakukan migrasi, terlihat secara musiman di sebagian besar Semenanjung India.
 
foto burung remaja


     Spesies ini, merupakan burung, kaya warna yang ramping. Dengan warna utama hijau; wajahnya berpoles biru sempit dengan garis mata hitam, dan tenggorokan kuning dan coklat, ekor biru dan paruhnya berwarna hitam. Dapat mencapai panjang 23-26 cm, termasuk dua bulu ekor memanjangyang berwarna kebiruan. Jenis kelamin memiliki kesamaan.

 foto sarang

      Berkembang biak pada pematang pasir atau kerangas. Seperti pemakan serangga lain, makan utama adalah lebah, tawon, yang tertangkap di udara. Di tempat terbuka mengejar lebah dan capung. Serangga yang tertangkap dipukul-pukulkan pada dahan tempat bertengger untuk melemaskan bagian kulit yang keras. Kebiasaan ini juga dilakukan anggota lain dari Ordo Coraciiformes.


      Hidup berkelompok, dalam mencari makan atau bersarang. Mereka membuat sebuah terowongan yang cukup panjang dengan menempatkan 5 sampai 7 telur yang bulat putih. Jantan dan betina mengerami telur bergantian.

Least Pygmy Squirrel (Exilisciurus exilis)

Nama Lokal       : Kelinsat
Nama Indonesia : Bajing Kerdil Dataran Rendah



      Exilisciurus exilis, adalah spesies hewan pengerat dalam keluarga Sciuridae. Bewarna cokelat polos merupakan  endemik di hutan Kalimantan dan Pulau Banggi. Ini adalah salah satu tupai terkecil di dunia.
Jumlahnya masih menunjukan stabil, walau di beberapa tempat mengalami kemusnahan habitat. Tersebar merata di hutan rawa gambut Pematang Gadung, aktif terutama di pagi hari.

Buff-necked Woodpecker (Meiglyptes tukki)

Nama Lokal       : Pelatuk Rawa
Nama Indonesia : Caladi badok

                                           Foto ini diambil pada tanggal 9 Desember 2009


    Pelatuk ini adalah spesies burung dalam keluarga Picidae. Jumlahnya yang semakin sedikit membuat spesies ini dikategorikan sebagai mendekati terancam (Near Threatened-IUCN). Sebarannya meliputi Brunei, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Thailand. Habitat alamnya yang berupa hutan lembab dataran rendah dan rawa subtropis atau tropis, semakin terancam oleh hilangnya habitat.
     Masih dapat dijumpai namun dalam jumlah kecil di hutan rawa gambut Pematang Gadung. Biasanya dalam kelompok kecil terdiri dari 3-5 ekor, mencari makan bersama dengan sekali-sekali mengeluarkan suara khas. Hilangnya habitat merupakan ancaman serius bagi jenis ini. Penemuan jenis ini di rawa gambut Pematang Gadung merupakan catatan baru (New Record) untuk Kalimantan Barat.

Buff-rumped Woodpecker (Meiglyptes tristis)

Nama Lokal       : Pelatuk-kecil jambul-kuning
Nama Indonesia : Caladi Batu


                                             Foto ini diambil tanggal 13 Desember 2009
 
      Pelatuk ini adalah spesies dari keluarga Picidae. Ditemukan di Brunei, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Thailand. Habitat alamnya adalah hutan kering tropis dan subtropis atau hutan dataran rendah.
Mencari makan pada tajuk daun muda yang banyak ditempati semut dan serangga lain. Biasanya dalam kelompok kecil yang agresif. Jarang dijumpai di Pematang Gadung.

Rufous-Tailed Tailorbird (Orthotomus sericeus)

Nama Lokal : Ne ne
Nama Indonesia : Cinenen merah


     Jenis ini adalah anggota keluarga dari Syilviidae, merupakan burung pengicau Dunia Lama. Tersebar di Brunei, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand. Habitat alamnya berupa hutan dataran rendah dan hutan mangrove subtropis atau tropis.
     Lebih menyukai semak dari pada hutan lebat. Menghuni sekitar pekarangan. Merupakan penetap yang umum di Pematang Gadung.

Black-thighed Falconet (Microhierax fringillarius)

Nama Lokal : Elang Kumbang
Nama Indonesia : Elang Alap Capung


     Merupakan jenis elang terkecil dengan ukuran panjang tubuhnya antara 14-16 cm. Anggota keluarga Falconidae ini memburu makanan dengan berdiam diri pada dahan pohon, tonggak kayu, atau kabel listrik. Makanannya berupa burung kecil, serangga bahkan anak ayam yang baru menetas.
Tersebar mulai dari Brunei Darussalam, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

      Di Pematang Gadung, hampir mendiami semua tempat walau jumlahnya tidak terlalu banyak. Mulai dari pekarangan rumah, sawah, hutan terbuka  dan  hutan sekunder yang lebat. Berkembang biak di lubang pohon.
Satusnya masih dalam kategori resiko rendah (LC).

Jumat, 28 Oktober 2011

Oriental Dollarbird (Eurystomus orientalis)

Nama Lokal : Tiong Padang
Nama Indonesia : Tiong lampu biasa


     Jenis dari keluarga Caraciiformes ini merupakan pemangsa serangga. 
Burung ini adalah insectivore, memangsa jenis kumbang sebagai makanan kesukaannya, dengan menangkap mangsa saat terbang.

Paddyfield Pipit (Anthus rufulus)

Nama Lokal : Kesiak
Nama Indonesia : Apung Tanah

      Anthus rufulus merupakan burung passerine dari keluarga wagtail (Motacillidae). Penghuni tempat terbuka, padang rumput dan persawahan. Meskipun di antara nya adalah penetap, identifikasi menjadi sulit saat musim penghujan ketika beberapa spesies lain bermigrasi ke wilayah ini (Anthus ricardi). Sebelum terbagi menjadi dua species penetap dan pengembara, dulu dikenal satu species saja, yaitu Anthus novaeseelandiae.
     Kerap terlihat sepanjang tahun dalam jumlah kecil, biasanya berpasangan. Mencari makan di sawah-sawah, bahkan di pinggir jalan.  

Crimson Sunbird (Aethopyga siparaja)

Nama Lokal       : Kensit Merah
Nama Indonesia : Burung Madu Sepah raja




     Termasuk dalam kelompok burung "Dunia Lama" bertubuh kecil yang tergantung sebagian besar makanannya pada nektar, meskipun kadang juga memakan serangga, terutama ketika masih muda. Penerbang yang cepat. Sebagian besar mengambil nektar dalam keadaan melayang seperti burung kolibri.


     Tersebar di Asia selatan, mulai India ke Indonesia dan Filipina. Di Hutan Rawa gambut Pematang Gadung, burung ini masih sering dijumpai. Terutama saat musim tumbuhan hutan berbunga. Dengan suara yang sangat ribut dalam kelompok kecil. Bertelur 2-3 butir, diletakkan di sarang tergantung pada pohon.

Striated Heron (Butorides striatus)

Nama Lokal       : Burung Baruk
Nama Indonesia : Kokokan laut



      Butorides striatus, merupakan bangau kecil dari keluarga Ardeidae. Sebagian besar tidak bermigrasi dan memiliki beberapa perilaku yang menarik. Menempati dan mencari makan di habitat lahan basah mereka berkembang biak kecil di daerah tropis.
      Memiliki jumlah individu yang tidak terlalu banyak, dan jarang dijumpai di Pematang Gadung. Populasinya terbatas di sepanjang sungai Pesaguan bahkan pernah terlihat sampai ke hulu (Beringin). Mereka mengandalkan sungai sebagai tempat mencari makan. Memiliki resiko rendah, namun ancaman perubahan habitat di khawatirkan memberi pengaruh jangka panjang bagi kelangsungan hidup jenis ini untuk bisa bertahan di Pematang Gadung.

Asian Glossy Starling (Aplonis panayensis)

Nama Lokal       : Pereling
Nama Indonesia : Perling Kumbang


     Aplonis panayensis adalah spesies jalak dalam keluarga Sturnidae. Tersebar mulai dari Bangladesh, Brunei, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, dan Thailand. Habitat alamnya adalah hutan dataran rendah subtropis atau tropis dan hutan mangrove.  
     Sejumlah besar spesies ini mendiami kota-kota, tempat mereka berlindung di bangunan kosong dan pohon. Mereka sering bergerak dalam kelompok besar.
     Di Pematang Gadung, burung ini semakin sulit ditemukan. Dalam kurun  2 dekade ini tak pernah lagi ditemukan menetap. Sebelumnya, mereka membuat sarang pada pohon kelapa, berkelompok dan dianggap salah satu spesies paling berisik burung. Foto ini diambil pada 18 September 2009, berbiak pada bangunan kosong tempat Burung walet. Setelah anaknya bisa terbang, mereka meninggalkan bangunan tersebut, dan jarang terlihat. Perkiraan saat ini, pengaruh dari perubahan fungsi lahan dan kawasan, membuat penurunan populasi begitu cepat.

Kamis, 27 Oktober 2011

Cinnamon-headed Green Pigeon (Treron fulvicollis)

Nama Lokal : Punai Rimba
Nama Indonesia : Punai bakau
                                Foto ini diambil 26 Desember 2010, dekat persawahan


     Burung dari keluarga Columbidae ini terbatas pada dataran rendah, tersebar dari selatan Tenasserim, Myanmar, semenanjung Thailand, Sabah, Sarawak dan Semenanjung Malaysia, Singapura, Brunei, Kalimantan  dan Sumatra
     Semakin jarang ditemui akibat penurunan populasi yang cukup pesat sejalan dengan kerusakan habitat terjadi di seluruh sebaran. Dan dikategorikan dengan status Mendekati Terancam (Near Threatened-IUCN).     
    Di Pematang Gadung merupakan burung yang umum mendiami hutan, namun dalam sepuluh tahun terakhir menurun pesat akibat perburuan dan deforestasi.

Rabu, 26 Oktober 2011

Crab-eating macaque (Macaca fascicularis)

Nama Lokal : Kera, nama panggilan Onjok
Nama Indonesia : Kera ekor panjang


     Jenis kera ini memiliki kantong pipi untuk membawa makanan sebelum akhirnya dikunyah untuk dimakan sungguhan. Berat tubuh jantan dewasa da[at mencapai sekitar 6 kilogram, dan betina sekitar 4 kilogram. Memiliki ekor cukup panjang, sehingga biasa disebut Kera ekor panjang.
     Merupakan  pemakan buah, daun, serangga, rumput, biji, bunga, tunas, getah, dan kulit. Juga makan tanaman seperti padi dan tanaman talas, sehingga untuk alasan ini sering dianggap hama. Beradaptasi juga makanan hasil olahan. 


     Bersosialisasi dalam kelompok berkisar sampai 30 individu. Sebagian besar arboreal, menghabiskan banyak waktu dalam kanopi hutan, tapi kadang-kadang turun ke tanah. Dengan populasi yang stabil dan sebaran yang merata di semua karakter hutan. Merupakan primata asli Asia tenggara.
 

Savanna Nightjar (Caprimulgus affinis)

Nama Indonesia: Cabak
Nama Indonesia: Cabak kota
Spesies ini memiliki sebaran yang sangat besar, dan karenanya dinyatakan sebagai Least Concern. Mulai terlihat untuk di Pematang Gadung sejak tahun 1997, dan saat ini populasinya cukup banyak. Tidak terganggu karena mereka keluar di malam hari. untuk di beberapa tempat mengalami kerusakan habitat, tapi tidak terlalu berpengaruh pada perkembangannya di tempat lain.
Spesies ini mendiami areal terbuka di dekat persawahan. Sangat mirip dengan tanah di sekitar tempat istirahatnya.  Sering terlihat berada di jalanan pada malam hari. Bersuara dengan teriakn keras saat terganggu dan terbang. 

Red-naped Trogon (Harpactes kasumba)

Nama Lokal: -
Nama Indonesia: Luntur kasumba


     Burung ini merupakan spesies dalam keluarga Trogonidae. Mendiami habitat alami subtropis atau tropis hutan dataran rendah seperti di Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.. Seperti jenis-jenis burung lainnya yang mendiami habitat sama, jenis ini terancam oleh hilangnya habitat.
     Spesies ini mengalami penurunan populasi terutama pada hutan yang mengalami deforestasi, melalui penebangan dan konversi. Meskipun sangat rendah intensitas penebangan, tetap saja kemungkinan menurun cukup cepat di banyak tempat, dan karena itu dianggap Mendekati Terancam (Near Threatened-IUCN).
     Di Pematang Gadung sangat jarang dijumpai. Mendiami hutan yang jauh dari tepi sungai dengan tutupan kanopi lebat dan pohon-pohon besar yang tinggi. Dilindungi menurut Peraturan Perlindungan Binatang Liar 1931 (dalam peraturan ini disebut semua jenis Trogonidae), dan PP No 7 Tahun 1999.