Senin, 29 November 2010

Purple Heron (Ardea purpurea)

Nama Lokal       : Burung Ujuk
Nama Indonesia : Cangak Merah



Dewasa: bulu merah dan keunguan.
 
Anak: bulu berwarna coklat berangan; tidak ada bulu panjang yang halus di kepala dan dada.
Merupakan Burung yang umum di Pematang Gadung, terutama pada musim penghujan. Mencari makan di tempat terbuka, seperti sawah atau danau rawa.

Selasa, 23 November 2010

Bar-tailed Godwit (Limosa lapponica)

Bar-tailed Godwit  Limosa lapponica
Nama Indonesia : Biru-Laut Ekor-Blorok
Keterangan Singkat: Berukuran besar (37 cm). Kaki panjang, paruh sedikit melengkung ke atas. Bagian atas berbintik abu-abu dan coklat. Alis putih jelas, pada dada terdapat sedikit warna abu-abu. Ciri khas: garis sayap sempit berwarna pucat, garis-garis coklat sempit di atas tunggir dan ekor yang putih. Ras biasa baueri: punggung bawah kecoklatan. Ras yang lebih jarang lapponica: punggung bawah dan tunggir putih.
Iris coklat, paruh: pangkal merah jambu dan ujung hitam, kaki hijau gelap atau abu-abu.
Suara : Pendiam. Tetapi kadang-kadang mengeluarkan suara rendah dari tenggorokan “karrank”, atau nada ganda jelas “kiu-kiu”, dan suara lembut sewaktu terbang “kit-kit-kit-kit”.
Sebaran global: Berbiak di Eropa utara dan Asia. Pada musim dingin beermigrasi ke selatan sampai Australia dan Selandia Baru.
Status dan sebaran lokal : Di Sumatera dan Kalimantan kadang-kadang agak umum secara local. Pengunjung tetap di Jawa dan Bali, tetapi bukan pengunjung yang umum.
Kebiasaan : Sering mengunjungi perairan pasang surut, muara, beting pasir, dan perairan dangkal. 
Sumber : A FIELD GUIDE TO THE Birds Of Borneo, Sumatra, Java and Bali, John MacKinnon,Karen Phillipps, Bas Van Balen. 1999.
Habitat Pengamatan : Pantai mangrove Daerah Rawa Pematang Gadung (Pematang Gadung Wetland), Pantai Sungai Besar-Pelang.

Jumat, 19 November 2010

Oriental Honey-Buzzard (Pernis ptilorhynchus)

Oriental Honey-Buzzard Pernis ptilorhynchus 
Nama Indonesia : Sikep-madu Asia
Jambul bervariasi; tenggorokan pucat berbercak dengan setrip mesial.
(a)    Pernis ptilorhynchus torquatus – Sumatera, Kalimantan.
(b)   Pernis ptilorhynchus ptilorhynchus – hanya di Jawa.  
(c) Pernis ptilorhynchus orientalis – pengunjung musim dingin.
 
Di Pematang Gadung jenis migran ini (Pernis ptilorhynchus orientalis) hanya terlihat dalam jumlah kecil antara 1-3 ekor. Kemungkinan wintering, tapi belum ada penelitian lebih lanjut.

Black-winged Kite (Elanus caeruleus)

Nama Lokal       : Lang Putih
Nama Indonesia : Elang Tikus 



 
     Dewasa: bawah putih; atas abu-abu; bahu dan ujung sayap hitam; mata merah. Anak : bercorak coklat. Merupakan elang penetap yang berbiak dan mencari makan di Pematang Gadung, jumlahnya semakin menurun dalam satu dekade terakhir ini. 
Penurunan populasi tersebut diduga karna penggunaan pestisida pada lahan pertanian untuk mengatasi hama yang merupakan makanan dari spesies ini, dan mempengaruhi reproduksi .




Chinese Goshawk (Accipiter soloensis)

Nama Lokal       : Lang Tekukur
Nama Indonesia : Elang-alap Cina


     Elang jenis ini merupakan jenis migran yang sering terlihat di hutan rawa-gambut pematang Gadung. Sering terlihat melintas di atas perairan yang masih berhutan lebat. Merupakan burung pemangsa dalam keluarga Accipitridae. 
     Berkembang biak di Tenggara Cina, Taiwan, Korea dan Siberia, pada musim dingin mengembara ke Indonesia dan Filipina, melewati seluruh Asia Tenggara. Mencari daerah berhutan untuk mencari makan menghindari musim dingin di tempat asalnya.
      Makanan utama pada katak, kadal, bahkan anak ayam. Menyebar di hutan tetapi kadang-kadang masuk ke perkampungan. Pernah terlihat sedang memburu burung gereja. Populasi antara 10.000 dan 100.000 di seluruh dunia.

Black-bellied Malkoha (Phaenicophaeus diardi)

Nama Lokal : Indak

Nama Indonesia : Kadalan beruang
                                   Perut gelap; paruh hijau; kulit merah tua di sekitar mata.


     Jenis ini adalah spesies Cuckoo dalam keluarga Cuculidae. Tersebar di Brunei, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Thailand. Habitat alamnya hutan dataran rendah subtropis atau tropis dan hutan mangrove. Penurunan populasi dan terancam oleh hilangnya habitat.

     Merupakan burung yang umum di sepanjang sungai Kepuluk, Pematang Gadung, namun sekarang sudah mulai jarang dijumpai. Sama seperti jenis-jenis lain dari Genus Phaenicophaeus. Dengan alasan inilah statusnya dinyatakan mendekati keterancaman (Near Threatened-IUCN).
    Mencari makan diantara tajuk daun-daun pohon hutan. Makanannya berupa serangga. Berpindah dengan cara melompat pendek antara dahan yang berdekatan, biasanya dengan  mengeluarkan suara pelan, tok... tok.. tok...

Saltwater Crocodile (Crocodylus porosus)

Nama Indonesia : Buaya muara
Nama Lokal       : Buaya Katak

     Merupakan  reptil hidup yang terbesar. Predator tangguh ini tersebar mulai dari pantai timur India, Asia tenggara, Indonesia, dan Australia utara. Terkadang menyerang manusia, terutama pada habitat yang sedikit makanan alami.
     Di Pematang Gadung, menempati sungai dan berbiak pada hutan hutan rawa gambut. Populasi diperkirakan menurun akibat pencemaran air sungai dan tekanan habitat berupa deforestasi. Di Indonesia, jenis ini dilindungi menurut PP Nomor 7 Tahun 1999, dan SK Mentan No. 327/Kpts/Um/5/1978.
 
Foto ini diambil di Kuala Cabang sungai Kepuluk.

Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus)

Nama Lokal        : Orang Utan
Nama Indonesia : Orangutan


                                   Foto terbaru, Orangutan di Pematang Gadung, 6 Januari 2012

     Di hutan Rawa-Gambut Pematang Gadung, mamalia jenis ini masih sering dijumpai. Terutama ketika pohon-pohon hutan di tepian sungai sedang berbunga atau berbuah. Kadang juga memakan pucuk (daun muda) dan buah tumbuhan rasau (sejenis pandan) yang tumbuh di sepanjang sungai Kepuluk. 
Di Pematang Gadung mamalia ini (serta hewan lainnya) terkonsentrasi di kawasan hutan yang hanya sekitar 20.000 hektar (Pematang Gadung =14.000+Sungai besar - Pelang, 6.000)


Mamalia ini dilindungi sesuai Peraturan Perlindungan Binatang liar 1931 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.

Keterbatasan habitat akibat deforestasi yang tinggi membuat  keterancaman semakin tinggi. Dari volume perjumpaan dalam 2 dekade terakhir, menunjukan penurunan populasi yang sangat cepat.



CITIES memberikan status: Apendiks I, dan IUCN menetapkan status Genting pada Mamalia endemik ini.

Proboscis Mongkey (Nasalis larvatus)

Proboscis Mongkey Nasalis larvatus
Nama Indonesia: Bekantan


Masyarakat lokal menyebutnya Bentangan, atau Kera Belanda, mungkin karena warnanya yang kemerah-merahan serta hidungnya yang mancung.
Di hutan Rawa-gambut Pematang Gadung, mamalia jenis ini masih dengan mudah dijumpai.
Terutama pagi dan sore di sepanjang sungai Kepuluk dan sungai Pesaguan. Hidup berkelompok dengan seekor jantan besar sebagai pimpinannya.
Mamalia jenis ini dilindungi berdasarkan : Peraturan Perlindungan Binatang Liar tahun 1931, dan Peraturan Pemerintah Nomor: 7 Tahun 1999.
Status menurut CITIES: Apendiks II.
Status menurut IUCN : Genting

Kamis, 18 November 2010

Jerdon’s Baza (Aviceda jerdoni)

Jerdon’s Baza  Aviceda jerdoni
Nama Indonesia : Baza Jerdon
Berbulu merah karat dan bergaris-garis dengan jambul panjang; tenggorokan putih dengan setrip mesial. Aviceda jerdoni borneensis: kepala dan sisi leher merah karat; bagian perut merah karat bergaris rapat. (John MacKinnon at al., Field Guide, Birds Of Borneo, Sumatera, Jawa and Bali,1998)
Bersuara khas saat terbang, "pii-wieuu... pii-wieuu...", biasanya 2-3 ekor bersamaan. Masih sering dijumpai kawasan yang berhutan lebat, seperti sungai Kepuluk (mulai dari Punggurawan hingga Kuala Cabang) dan sungai Pesaguan (mulai dari Lubuk Sempuk hingga Pinang Buring).

Lesser Fish-Eagle (Ichthyophaga humilis)

Lesser Fish-Eagle  Ichthyophaga humilis
Nama Indonesia : Elang-ikan Kecil
Kepala abu-abu; bagian atas kecoklatan; kaki abu-abu; ekor gelap berbintik putih terang pada pangkalnya.
Mulai jarang dijumpai. Mencari makan di sekitar rawa danau dan sungai.  Di Pematang Gadung sendiri, jenis ini hanya dapat dijumpai mulai dari sekitar danau Air Mati Leban, Perendaman, dan danau Pinang Buring.

Changeable Hawk-Eagle (Spizaetus cirrhatus)

Nama Lokal        : Elang Burik
Nama Indonesia : Elang brontok 



Individu dalam fase terang

Cukup beragam; tanpa atau dengan jambul pendek.
warna juga beragamam. sebagian dalam bentuk terang dan sebagian yang lain bentuk gelap (dominan di Kalimantan).
     Individu dalam fase gelap

     Di Pematang Gadung merupakan elang penetap dan berbiak, dapat dijumpai baik yang bentuk terang (anakan) maupun dalam bentuk gelap (induk). 
     Sering terlihat mengambang di udara di sekitar perkampungan  pada saat siang, dengan suara khas "kwiii-kwik-kwiik..". sering juga terlihat mengudara bersama-sama dengan bangau tong-tong.
     Berburu mangsa di tempat terbuka, persawahan dan ladang. Bertengger diam pada tonggak kayu yang terdapat di tempat terbuka. Menangkap mangsa dengan turun ke tanah atau rerumputan kemudian terbang membawa hasil tangkapan untuk dimakan di atas tempat yang aman. Kebiasaan berburu biasanya pagi dan sore.

Rabu, 17 November 2010

Lesser Adjutant (Leptoptilos javanicus)

Nama Lokal        : Burung Kambing
Nama Indonesia : Bangau tong-tong


    Berukuran sangat besar; paruh besar dan kuat; tanpa kantung tenggorokan; sayap berwarna hitam seragam. Berbiak dengan membuat sarang pada koloni kecil di cabang ranting pohon Pulai di Hutan Rawa-gambut Pematang Gadung setiap tahun. Pada tahun 2002, hitungan jumlah pada saat terbang bersama adalah 40 individu.  Seperti satwa lain yang hidup di hutan rawa gambut, Burung ini pun mengalami penurunan populasi akibat tekanan habitat, yang menyebabkan berkurangnya bahan makanan. Untuk itu jenis ini dinyatakan statusnya Rentan (Vulnerable - IUCN).
      Leptoptilos javanicus, adalah burung besar di keluarga  Ciconiidae. Spesies yang  tersebar di Asia selatan, dari India timur ke selatan Cina dan Jawa. 
     Ukuran berkisar antara 110-120 cm, tinggi 210 cm dengan lebar sayap, dan berat badan 4,09-5,71 kg, Kepala dan leher terbuka seperti yang burung pemakan bangkai.
Bangau ini  terbang dengan menarik leher mereka. Sekilas mirip elang, namun kakinya terlihat menjulur keluar ekor. 
     Makanan utama pada katak, ikan dan serangga besar, tetapi juga burung kecil, reptil dan hewan pengerat. Tidak seperti Bangau besar lainnya, jarang makan bangkai.

Crested Serpent-Eagle (Spilornis cheela)

Nama Lokal       : Elang Rusa
Nama Indonesia : Elang-ular bido
 
Berwarna coklat tua bertubuh gempal, dengan sayap bulat dan ekor pendek
Bulu utama bertitik-titik; pada bawah sayap dan ekor bergaris jelas. Ras beragam. Spilornis cheela bido (Jawa dan Bali). Spilornis cheela malayensis (Sumatera utara): ujung bulu sekunder tidak putih; bercak putih lebih jelas. Spilornis cheela pallidus dari Kalimantan dataran rendah berukuran lebih kecil dan lebih pucat. Dada coklat merah (dikutip dari: Field Guide Birds Of Borneo, Sumatra, Java and Bali, John MacKinnon, at al.1998)
 
Burung-burung muda menampakan warna putih di kepala
Di Hutan Rawa-Gambut Pematang Gadung masih sangat mudah untuk menjumpai Elang jenis ini. Biasanya berburu mangsa di sepanjang sungai yang berhutan lebat.

Selasa, 16 November 2010

Storm’s Stork (Ciconia stormi)

Nama Lokal : Burung Binti
Nama Indonesia : Bangau Storm

Lehernya putih dengan pola hitam pada sisinya; paruh merah sedikit menjungkit ke atas; lingkar mata kuning.
     Di Pematang Gadung, Burung ini masih sering ditemui di pinggir-pinggir sungai yang masih berhutan lebat. Terutama di musim Panas. Ditemukam berbiak, di Sungai Kepuluk tahun 2009, dan di tahun 2010  ditemukan dengan 2 anakan. Burung ini termasuk dalam kategori/status Terancam Punah (endangered). Jumlah tersisa di Pematang Gadung diperkirakan dibawah 20 individu.

      Spesies yang dikenal mendiami hutan yang tidak terganggu dan habitat air tawar ini, tersebar di Sumatera, Kepulauan Mentawai, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia. Saat ini terbatas di tenggara Sumatera, dengan populasi yang tersisa, Kalimantan dan Brunei. Sementara di Semenanjung Malaysia hanya satu populasi yang sangat kecil. Populasi dunia dari Bangau Storm kurang dari 500 individu.

  

      Bangau Storm merupakan burung soliter. Makanannya terdiri dari ikan, vertebrata kecil, dan serangga. Burung betina biasanya meletakkan dua telur dalam sarang pada posisi yang tinggi di kanopi pohon.

     Karena hilangnya habitat yang sedang berlangsung, ukuran populasi yang sangat kecil, sebaran terbatas dan perburuan di beberapa daerah, membuat keberadaan burung ini semakin mendekati kepunahan.


Cattle Egret (Bubulcus ibis)

Nama Lokal        : Burung Sapi
Nama Indonesia : Kuntul kerbau
                 Kepala bulat dan paruhnya lebih kokoh daripada kuntul yang lain.
     Pada waktu berbiak: berwarna jingga pupus; kaki kadang-kadang berwarna merah jambu. Pada waktu tidak berbiak: paruhnya kuning, sedang kakinya berwarna gelap.
Di Pematang Gadung, Burung dari keluarga Ardeidae ini bisa ditemukan dengan mudah mulai bulan Oktober hingga April setiap tahunnya. 
     Spesies ini memiliki nama-nama yang menarik, tergantung anggapan masyarakat di sekitar sebaran dan kebiasaaan burung ini yang selalu dekat dengan sapi atau binatang besar lainnya, dan dianggap untuk memakan kutu pada binatang tersebut. Ada yang menyebutnya Burung Teka (kutu),  Bangau sapi, atau bahkan Burung Gajah, dan Kuntul Badak. Nama Arab nya, Abu qerdan, berarti "ayah kutu ", sebuah nama yang diambil dari kebiasaannya mendekati hewan besar dan dianggap memakan parasit seperti kutu yang ditemukan pada binatang besar tersebut.